About me

Minggu, 19 Juni 2011

Makalah Titrasi Asam Basa

Titrasi Asam Basa

                        I.            TUJUAN

Menentukan kadar asam HCL melalui titrasi

                     II.            Dasar Teori

Titrasi merupakan salah satu cara untuk menentukan konsentrasi larutan suatu zat dengan cara mereaksikan larutan tersebut dengan zat lain yang diketahui konsentrasinya. Prinsip dasar titrasi asam basa didasarkan pada reaksi nertalisasi asam basa. Titik equivalen pada titrasi asam basa adalah pada saat dimana sejumlah asam tepat di netralkan oleh sejumlah basa. Selama titrasi berlangsung terjadi perubahan pH. pH pada titik equivalen ditentukan oleh sejumlah garam yang dihasilkan dari netralisaasi asam basa. Indikator yang digunakan pada titrasi asam basa adalah yang memiliki rentang pH dimana titik equivalen berada. Pada umumnya titik equivalen tersebut sulit untuk diamati, yang mudah dimatai adalah titik akhir yaang dapat terjadi sebelum atau sesudah titik equivalen tercapai. Titrasi harus dihentikan pada saat titik akhir titrasi tercapai, yang ditandai dengan perubahan warna indikator. Titik akhir titrasi tidak selalu berimpit dengan titik equivalen. Dengan pemilihan indikator yang tepat, kita dapat memperkecil kesalahan titrasi.Pada titrasi asam kuat dan basa kuat, asam lemah dan basa lemah dalam air akan terurau dengan sempurna. Oleh karena itu ion hidrogen dan ion hidroksida selama titrasi dapat langsung dihitung dari jumlah asam atau basa yang ditambahkan. Pada titik equivalen dari titrasi asam air, yaitu sama dengan 7.










                  III.            Alat dan Bahan

Alat:
  1. Labu Erlenmeyer 
  2. Pipet gondok
  3. Buret   
  4. Gelas kimia 
  5.  Pipet hisap                                    

Bahan :
1.      Larutan NaOH 0,5 M
2.      Larutan HCL
3.      Indicator fenolftalein
4.      Aquades

                  IV.            Cara kerja

1.      10 mL larutan HCL diambil dengan menggunakan pipet volumetarik dan dimasukkan pada labu erlenmeyer  125 mL.
2.      Kemudian  2 tetes indikator fenolftalein ditambahkan ke dalam larutan HCL tersebut.
3.      Buret yang berisi NaOH disiapkan.
4.      Larutan NaOH dari buret diteteskan pada larutan HCL yang terletak pada erlenmeyer hingga larutan berubah warna menjadi merah muda.
5.      Volume larutan NaOH yang digunakan diukur.

                     V.            Data pengamatan

Percobaaan
Volume HCL (mL)
Volume NaOH  (mL)
1
10
8,5
2
10
8,5
3
10
8,2
4
10
8,4


   VI.            Analisis data

Untuk mendapatkan  hasil Molaritas HCL ,maka menggunakan rumus dibawah ini :
VHCL.MHCL =VNaOH.MNaOH
Percobaan  1 (Menghitung Molaritas HCL ) :  
1.      VHCL.MHCL =VNaOH.MNaOH
10.MHCL      = 8,5 x 0,5
MHCL           =  4,25 : 10
MHCL           =0,425 M



2.      VHCL.MHCL =VNaOH.MNaOH
10.MHCL      = 8,5 x 0,5
MHCL           =  4,25 : 10
MHCL           =0,425 M


3.      VHCL.MHCL =VNaOH.MNaOH
10.MHCL      = 8,2 x 0,5
MHCL           =   4,1 : 10
MHCL           =0,41 M
                       
4.      VHCL.MHCL =VNaOH.MNaOH
10.MHCL      = 8,4 x 0,5
MHCL           =   4,2 : 10
MHCL           =0,42 M
           

               VII.            Kesimpulan

Dari hasil praktikum diatas , disimpulkan bahwa:
a)      Terjadi reaksi penetralan/penggaraman dari asam basa.
b)      Pada reaksi penggaraman mol asam sama dengan mol basa.
c)      Untuk mengetahui titik air titrasi ditambahkan indikator ,contohnya fenolftalein

            VIII.            Jawaban pertanyaan

a.      Pertanyaan :
1.      Berapa rata-rata volume NaOH yang digunakan dalam titrasi?
2.      Hitung konsentrasi larutan HCL dengan menggunakan rumus :
VHCL.MHCL = VNaOH.MNaOH
3.      Tulis persamaan reaksinya !

b.      Jawaban pertanyaan :
1.      Rata-rata volume NaOH  =  VNaOH1+VNaOH2+VNaOH3+VNaOH4
       =  (8,5+8,5+8,2+8,4) : 4
      =   8,4




2.      Percobaan 1
VHCL.MHCL =VNaOH.MNaOH
10.MHCL      = 8,5 x 0,5
MHCL           =   4,25 : 10
MHCL           =0,425 M

   Percobaan 2
VHCL.MHCL =VNaOH.MNaOH
10.MHCL      = 8,5 x 0,5
MHCL           =   4,25 : 10
MHCL           =0,425 M

   Percobaan 3
VHCL.MHCL =VNaOH.MNaOH
10.MHCL      = 8,2 x 0,5
MHCL           =   4,1 : 10
MHCL           =0,41 M
        
Percobaan 4
VHCL.MHCL =VNaOH.MNaOH
10.MHCL      = 8,4 x .0,5
MHCL           =  4,2 : 10
MHCL           =0,42 M
                   IX.            DAFTAR PUSTAKA
Endang Siwi Retnaningsih. 2008. Modul Kimia untuk SMA/MA Kelas XI Semeter 2. Sukoharjo: Penerbit CV William.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar